Kebakaran hutan · Purwakarta, Jawa Barat
Respons Karhutla Lereng Gununghejo
Mendesak
Api sudah masuk hari kelima di lereng utara. Tim bergantian jaga sekat bakar; yang paling cepat habis justru masker, air minum, dan bahan bakar pompa.
Rp 3.850.000 terkumpul
5 donatur
Titik api pertama terlihat Selasa sore di lereng utara, dan sampai hari kelima belum padam sepenuhnya. Tim Lokaphala bergantian dengan warga menjaga sekat bakar sepanjang kurang lebih 900 meter di sisi yang paling dekat dengan permukiman.
Yang paling cepat habis bukan peralatan besar, melainkan yang kecil-kecil dan terus dipakai: masker N95, air minum, bahan bakar pompa punggung, dan sarung tangan tahan panas. Satu regu delapan orang menghabiskan sekitar Rp1,2 juta per hari untuk itu saja.
Kampanye ini sengaja tanpa target. Kami tidak tahu kapan apinya berhenti, dan menuliskan angka yang seolah-olah pasti hanya akan jadi angka yang salah. Setiap rupiah yang masuk dilaporkan apa adanya, dan begitu apinya padam kampanye ini ditutup — bukan dibiarkan terus mengumpulkan.
Dari lapangan



Donasi untuk kampanye ini
Pembayaran lewat QRIS, langsung di langkah berikutnya. Setelah formulir ini terkirim, kamu dibawa ke halaman pembayaran yang memuat kode QRIS resmi Lokaphala — periksa nama penerimanya (LOKAPHALA) sebelum menekan bayar. Kami tidak pernah mengirim nomor rekening lewat chat.
Donatur
Hanya donasi yang sudah dicocokkan dengan mutasi rekening — atau diserahterimakan langsung — yang tercatat di sini dan dihitung ke angka di atas.
Rina AyuRp 500.000
“Titip untuk masker dan air minum tim. Hati-hati di sana.”
22 Agustus 2026
Sahabat LokaphalaRp 1.000.000
21 Agustus 2026
Bagus PrakosoRp 250.000
“Semoga cepat padam.”
20 Agustus 2026
Alumni SMAN 1 PurwakartaRp 2.000.000
“Patungan angkatan 2019.”
19 Agustus 2026
Dewi LestariRp 100.000
18 Agustus 2026
